Mengenal Jaringan Tumbuhan, Struktur Jaringan dan Fungsi Sel Jaringan Tumbuhan

Tumbuhan memiliki beberapa jaringan tubuh. Jaringan pada tumbuhan berada di semua organ tumbuhan seperti akar, daun, batang, bunga, biji, dan buah. Di dalam organ tersebut ada jaringan yang disebut juga sebagai sel.

Menurut , jaringan adalah susunan sel sel khusus yang sama pada tubuh dan bersatu dalam menjalankan fungsi biologis tertentu. Susunan sel sel kemudian membentuk sekelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Dijelaskan dalam buku Kelas IX, menurut Soerdikoesomo, jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa.

Sedangkan menurut Nurhayati, jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel sel yang mempunyai kemampuan titopotensial. Jaringan tumbuhan memiliki struktur yang berbeda dengan jaringan hewan. Tumbuhan dapat memperbanyak diri atau berkembangbiak menggunakan jaringan yang terdiri dari sel sel tumbuhan di dalam tubuhnya.

Jaringa meristem adalah sekelompok sel yang dapat membelah dan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan tanaman. Sekelompok sel dalam jaringan ini adalah sel muda yang berada dalam fase pembelahan. Secara umum, jaringan ini tidak memiliki ruang antarsel.

Bentuk dari jaringan meristem yaitu bulat dan lonjong, serta tersusun dari dinding sel yang tipis. Setiap sel dalam jaringan meristem mengandung lebih dari satu inti sel dan kaya akan sitoplasma. Jaringan permanen merupakan hasil dari penggabungan jaringan primer dan sekunder pada jaringan meristem.

Jaringan ini memiliki beberapa jenis, yaitu: Jaringan epidermis adalah jaringan pelindung yang menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Biasanya, jaringan ini disebut juga sebagai jaringan terluar.

Pada jaringan epidermis terdapat satu lapis sel saja dan tidak memiliki klorofil. Ada lapisan kutin yang melindungi permukaan jaringan ini. Susunan sel pada jaringan epidermis termasuk rapat dan tidak memiliki ruang antar sel.

Sel sel dalam jaringan epidermis merupakan sel hidup. Penebalan pada dinding luar jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya. Jaringan Parenkim adalah jaringan yang terbentuk dari lapisan meristem paling dasar.

Parenkim bekerjasama dengan epidermis untuk melakukan penetrasi dan penyerapan cahaya matahari serta mengatur pertukaran gas di dalam jaringan. Jaringan ini dapat ditemukan pada tumbuhan berkayu dan dapat mengangkut bahan makanan di sepanjang batang. Jaringan penyokong adalah jaringan berdinding tebal yang dapat menunjang tubuh tumbuhan agar dapat berdiri kokoh. Jaringan ini terdiri dari dua jenis, yaitu kolenkim dan sklerenkim.

Jaringan kolenkim adalah jaringan yang masih aktif di dalam tubuh tumbuhan. Sel ini memiliki struktur sel yang panjang dan berdinding tebal. Jaringan ini bertugas mengatur tumbuhnya tanaman seperti memanjang, membungkuk, dan dapat meregenarasi bagian tubuh tertentu saat pencangkokan.

Jaringan sklerenkim dalam tubuh tumbuhan memiliki dua bentuk, yaitu serabut dan berbentuk anyaman pita. Sel sel dari jaringan ini merupakan sel sel mati. Sklerenkim juga berfungsi untuk menguatkan dan mengeraskan bagian luar batang.

Jaringan pengangkut terfungsi untuk mengangkut zat zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada dua jenis jaringan pengangkut yaitu jaringan Xilem (pembuluh Kayu) dan jaringan Floem. Jaringan pembuluh kayu bertugas untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun.

Sedangkan jaringan floem berfungsi untuk mengangkut zat zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh. Pada tumbuhan dikotil, struktur jaringan pengangkut tersusun dalam lingkaran. Sedangkan pada monokotil, struktur jaringan pengangkut tersebar. Dinding sel adalah tembok di dalam jaringan tumbuhan yang membatasi sel tertentu.

Ruangan di dalam jaringan dikelilingi oleh tembok sel. Dinding sel berfungsi menguatkan permukaan tumbuhan menjadi kaku dan mencegah patogen masuk ke dalam sel. Membran sel berfungsi untuk melindungi inti sel, mengatur keluar masuknya molekul, dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.

Inti sel berfungsi untuk mengatur semua pergerakan sel, mengatur pembelahan sel, dan menyimpan informasi genetik pada tumbuhan. Sitoplasma bertugas mengatur fungsi hidup dari semua sel di dalam jaringan tumbuhan. Selain itu, sitoplasma juga dapat melarutkan zat zat kimia serta menjadi media terjadinya reaksi kimia sel.

Plastida adalah bagian dari sel dalam jaringan tumbuhan yang bertugas membelah, merespons pertumbuhan, dan berdiferensiasi menjadi berbagai bentuk. Plastida disebut juga kloropas pada daun dan mengandung klorofil. Vakuola adalah sel yang berfungsi meyimpan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa.

Selain itu, vakuola juga berfungsi sebagai tempat menyimpan pigmen. Ribosom bertugas sebagai tempat yang mendukung proses sintesis protein. Sel ini berfungsi menyalurkan bahan genetik antara inti sel dan sitoplasma, serta sebagai alat transpotasi zat zat.

Mitokondria berfungsi sebagai pusat respirasi seluler dan tempat berlangsungnya siklus krebs. Badan Golgi merupakan sel yang bertugas memilah dan mengirim produk sel. Selain itu, badan Golgi juga terlibat dalam proses sekresi tumbuhan.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.