Telur Gabus, Jajanan Tradisional Betawi yang Kini Menjelma dengan Cita Rasa Kekinian

Camilan biasanya selalu tersedia saat kita sedang tamasya sampai saat kita sedang menikmati senggang menonton televisi bersama keluarga atau saat menikmati sore di teras rumah. Diantara camilan yang tergolong dalam menu jajanan tradisional, Anda mungkin pernah mendengar jajanan satu ini. Telur gabus, namanya. Penganan ini merupakan jajanan tradisional, termasuk golongan makanan ringan. Biasa dijual dalam bentuk kiloan. Harganya pun cukup terjangkau.

Telur gabus bisa jadi pilihan keluarga di rumah dan sering disajikan ketika mengadakan suatu acara atau saat bersantai. Selain enak, proses dan cara membuatnya juga mudah dan sederhana. Nama lain dari camilan ini adalah telur belanak, yang juga merupakan nama lain dari ikan gabus. Jadi, camilan ini memang bukan dibuat dari telur ikan gabus beneran, hehe..

Dibuat dari Tepung Kanji Bahan baku utama kue telur gabus adalah tepung kanji. Bahan dasar ini diolah bersama sama dengan telur, air dan gula. Kemudian dibentuk memanjang menyerupai telur ikan gabus. Di beberapa daerah lain, telur gabus sering disebut bedaran atau bidaran.

Ukuran camilan telur gabus adalah kecil memanjang dengan bagian tengah yang menggembung. Di masa lalu, telur gabus hanya memiliki rasa original dan manis saja. Sekarang, camilan ini bisa dicicipi dengan cita rasa yang lebih kekinian. Salah satunya Telur Gabus Kata Oma. Jajanan ini merupakan pemenang The Best UMKM Expo yang digelar BRI pada 2020 lalu.

Sukses Telur Gabus Kata Oma merebut lidah konsumen tidak terlepas dari kepiawaian sang founder, Furiyanti, dalam meracik resep warisan keluarganya. Dia sukses meracik kudapan nikmat ini dalam beberapa varian rasa kekinian seperti Gula Aren dan Keju klasik. Furiyanti juga membaca perkembangan selera milenial dengan membuat juga varian Balado Padang dan Telur Asin.

Dia mengatakan, cikal bakal usaha ini berawal dari resep warisan keluarga yang dibuat oleh orangtua Furiyanti sendiri. "Semua berawal dari kepedulian seorang Oma yang ingin menyediakan camilan yang dibuat sendiri dari bahan bahan alami untuk anak cucunya, sehingga enak, aman, dan higienis,” ujar Furiyanti beberapa waktu lalu. Kepedulian yang sama juga ingin dibagikan Furiyanti, namun tidak hanya sebatas kepada keluarganya. Dia ingin menyajikan camilan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Akhirnya, kami kembangkan dari sisi produksi serta kemasan agar kualitas produk semakin baik, aman untuk dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri khasnya, yaitu alami dan autentik warisan Oma,” tuturnya. Dalam memperkenalkan cemilannya, ada tiga keunggulan yang menurut Furiyanti selalu dipertahankan. Pertama, mempertahankan rasa yang otentik. Dia mengaku berusaha mempertahankan resep asli warisan oma nya. Semua terbuat dari bahan bahan alami asli serta bercita rasa Indonesia.

Kedua, heartwarming. Selain rasa rumahan yang autentik, cemilan ini diproduksi dengan semangat menghadirkan kehangatan dalam keluarga sehingga dapat menjaga keakraban satu sama lain. Ketiga, menjaga kualitas premium. Furiyanti menjelaskan, pihaknya selalu berusaha mempertahankan kualitas rasa agar tetap konsisten dan premium. Hal itu dimulai dari pemilihan bahan dasar, proses produksi, hingga produk dan layanan konsumen dengan menjaga standar yang tinggi.

Terakhir, pengemasan juga dilakukan menggunakan teknik kemasan modern untuk menjaga kualitas dan citarasa produk saat dibuka dan dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.